tradidi nyadran dilaut wonokerto pekalongan,indonesia

TRADISI 1 SURO SEDEKAH LAUT (NYANDRAN) DI KECAMATAN WONOKERTO KABUPATEN PEKALONGAN.

Di susun Guna Tugas Matakuliah Pengantar Ilmu Budaya Dosen pengampu : Bapak Suseno Disusun oleh : Nama : Rif ‘atin
Nim : 2101413024
Rombel : 1
PRODI : PBSI Unnes

TRADISI SURO SEDEKAH LAUT (NYANDRAN) DI KECAMATAN WONOKERTO KABUPATEN PEKALONGAN
1. SEJARAH SEDEKAH LAUT Ribuan nelayan dikecamatan wonokerto kabupaten pekalongan Selasa siang merayakan tradisi larung sedekah laut di Pelabuhan setempat sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat nelayan atas keselamatan, berkah, serta hasil tangkapan ikan melimpah. "Upacara tersebut sebagai ungkapan syukur para nelayan atas rezeki dari hasil laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka," kata Ketua Panitia Sedekah Laut,di Wonokerto, Selasa Sedikitnya enam kepala kerbau lengkap dengan makanan khas masyarakat pesisir pantai utara sebagai sesaji dalam upacara sedekah laut, enam replika kapal, dan rumah adat diangkut beramai-ramai menggunakan kapal ke tengah laut untuk dilarung atau dihanyutkan. Perayaan larung sesaji laut tersebut merupakan puncak dari tradisi perayaan sedekah laut yang diadakan rutin setahun sekali setiap bulan Muharam dan selalu dimeriahkan dengan berbagai kesenian lokal seperti tarian-tarian tradisional, pagelaran wayang kulit beserta pengajian akbar Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia yang diberikan Allah dia, , ujar salah satu panitia ,tradisi sedekah laut juga sebagai ajang silahturahim serta mempererat kerukunan antarnelayan, karena selama ini para nelayan jarang bertemu dan berkumpul bersama sebab keseharian mereka lebih banyak dilakukan di tengah laut mencari ikan.
  • 2 Pelakaanaan Sedekah laut sudah berlangsung turun temurun dilakukan warga Wonokerto yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Biasanya dilakukan saat awal bulan Sura dalam penanggalan Jawa ataupun bulan Muharam dalam penanggalan hijriyah. rangkaian prosesi sedekah laut itu di doakan dulu oleh sesepuh desa, kemudian kapal kecil dibawa ke tepi laut untuk di naikkan ke kapal yang lebih besar. Pada saat kapal kecil akan dinaikkan ke kapal besar antusias warga sangat tinggi, mereka berusaha ikut naik, karena mereka juga akan ikut memperebutkan isi kapal kecil yang akan dilarung. sesepuh yang dianutnya menjelaskan, sedekah laut diselenggarakan sebagai ungkapan syukur kepada Allah yang telah melimpahkan rezeki dan kesejahteraan bagi masyarakat kecamatan wonokerto Kabupaten Pekalongan. Agar kita selalu diberikan berkah dan limpahan rezeki sehingga masyarakat bisa hidup makmur dan sejahtera dari hasil laut dan bumi, Perayaan larung sedekah laut tersebut berlangsung hingga dua hari ke depan untuk menghibur masyarakat umum terutama para nelayan di wilayah Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan yang berjumlah sekitar 12.000 orang," ujarnya,ketua panitia tersebut, Sehari sebelum upacara larung sedekah laut, kata Dia sekitar 500 nelayan meriahkan pawai ancak untuk mengawali perayaan sedekah laut dengan mengarak ancak berisi kepala kerbau dan replika kapal di sepanjang perjalanan dari Pelabuhan menuju balai daerah setempat. Arak-arakan ratusan nelayan tersebut dimulai dari Pelabuhan Kabupaten Pekalongan kecamatan melalui sejumlah jalan protokol menuju Balai wonokerto untuk menyerahkan sesaji sedekah laut kepada Bupati "Pawai ancak tersebut merupakan rangkaian tradisi sedekah laut sebagai wujud rasa syukur masyarakat nelayan terhadap Tuhan atas rezeki yang diberikan melalui hasil laut," kata Ketua Himpunan Nelayan wonokerto, Menurut dia, tradisi tahunan tersebut biasanya hanya menggelar upacara larung ancak atau sedekah laut yang berisi kepala kerbau dan aneka jajanan khas wonokerto di pelabuhan setempat, namun untuk tahun ini selain melarung atau menghanyutkan sesaji ke tengah laut juga menggelar pawai ancak keliling kota. Pawai yang melibatkan ratusan nelayan, masyarakat umum, serta sejumlah seniman tersebut berjalan kaki keliling kota dengan menggelar atraksi tarian-tarian tradisional dan kesenian lokal lainnya dengan iringan musik angklung, calung, rebana, drum, dan gamelan sehingga suasana sepanjang rute perjalanan pawai tersebut meriah. Ia mengatakan, pelaksanaan pawai ancak sebagai upaya untuk melestarikan budaya asli daerah, sehingga masyarakat Kabupaten pekalongan khususnya kecamatan wonokerto dan sekitarnya mengenal dan memahami beberapa kebudayaan khas pekalongan 3. Pemaknaan Tridisi tahunan ini memang sudah dilakukan sejak nenek moyang terdahulu, Sedikitnya enam kepala kerbau lengkap dengan makanan khas masyarakat pesisir pantai utara sebagai sesaji dalam upacara sedekah laut, enam replika kapal, dan rumah adat diangkut beramai-ramai menggunakan kapal ke tengah laut untuk dilarung atau dihanyutkan. Perayaan larung sesaji laut tersebut merupakan puncak dari tradisi perayaan sedekah laut yang diadakan rutin setahun sekali setiap bulan Muharam dan selalu dimeriahkan dengan berbagai kesenian lokal seperti tarian-tarian tradisional, pagelaran wayang kulit beserta pengajian akbar,tradisi tersebut sudah menjadi acara tahunan di kab.pekalongan khususnya kecamata wonokerto 4. Unsur Intrinsik a. Religi Religi b. Organisasi Masyarakat c. Sistem Pengetahuan . http://regional.kompas.com/read/2011/12/14/16494148/Ribuan.Nelayan.Tegal.Rayakan.Sedekah.Laut

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Cinta Tukang Buah dan Tukang Sayur (Jenis Teks Anekdot)